AKBP Kresno Resmi Menjabat Kapolres Kediri Kota, Fokus Perkuat Pelayanan dan Penegakan Hukum

 

Tepat 1 Tahun Menjabat Kapolres Kediri Kota, AKBP Kresno Wisnu Putranto resmi gantikan AKBP Anggi Saputra Ibrahim.



KEDIRI - Tongkat estafet kepemimpinan di jajaran Polres Kediri Raya resmi berganti. Di Polres Kediri Kota, AKBP Kresno Wisnu Putranto dipercaya menggantikan AKBP Anggi Saputra Ibrahim. Sementara itu, di Polres Kediri, kepemimpinan kini diemban AKBP Muhammad Wahyudin Latif yang melanjutkan tugas AKBP Bramastyo Priaji.

Berbekal pengalaman panjang di berbagai satuan kepolisian, AKBP Kresno Wisnu Putranto optimistis mampu menjalankan tugas sebagai Kapolres Kediri Kota. Menurutnya, koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak akan menjadi kunci dalam pelaksanaan tugas.

"Selama bertugas, saya selalu mengedepankan koordinasi dan kolaborasi, baik dengan instansi terkait maupun masyarakat," ujar perwira yang akrab disapa Wisnu tersebut.

Wisnu merupakan putra asli Jawa Timur. Ia lahir di Kota Malang pada 1984 dan berasal dari keluarga yang berdomisili di Kabupaten Nganjuk. Meski demikian, penugasannya sebagai Kapolres Kediri Kota menjadi pengalaman pertamanya menginjakkan kaki di Kota Kediri.

"Kesan pertama saya, Kota Kediri terlihat rapi. Itu menunjukkan masyarakatnya memiliki tingkat kedisiplinan yang baik," ungkapnya.

Selama berkarier di kepolisian, ayah tiga anak tersebut banyak berkecimpung di bidang reserse kriminal, baik tindak pidana umum, tindak pidana khusus, maupun reserse narkoba.

Salah satu prestasi yang pernah ditorehkannya adalah mengungkap jaringan peredaran sabu asal Malaysia dengan nilai barang bukti mencapai lebih dari Rp3 miliar. Dalam operasi tersebut, polisi berhasil mengamankan sekitar 2,5 kilogram sabu, ratusan butir ekstasi, serta pil Happy Five.

Wisnu juga terlibat dalam berbagai pengungkapan kasus narkotika berskala besar lainnya, termasuk operasi bersama Satgas Merah Putih yang berhasil membongkar peredaran sekitar 1,2 ton sabu di Aceh.

Sementara itu, AKBP Muhammad Wahyudin Latif juga memiliki rekam jejak yang tak kalah mentereng. Lulusan Akpol 2006 tersebut mengawali kepemimpinannya di Polres Kediri dengan memprioritaskan pemetaan berbagai persoalan di wilayah hukum setempat melalui audit dan evaluasi secara menyeluruh.

Menurut Latif, langkah tersebut penting sebagai dasar dalam menyusun strategi peningkatan kinerja kepolisian, baik dari sisi internal maupun eksternal. Ia mengakui masih dalam tahap mengenali karakteristik wilayah beserta berbagai tantangan yang dihadapi.

"Saat ini kami masih dalam tahap mengidentifikasi berbagai persoalan. Setelah itu akan dilakukan evaluasi dan audit terhadap kondisi di Kabupaten Kediri, baik secara internal maupun eksternal," jelasnya.

Latif menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi salah satu fokus utama selama masa kepemimpinannya. Di sisi lain, penegakan hukum akan terus dijalankan secara humanis, profesional, dan berkeadilan.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk insan media, untuk turut memberikan masukan dan dukungan demi meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian.

"Kami berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk rekan-rekan media, dapat berpartisipasi memberikan masukan dan dukungan agar pelayanan kepolisian ke depan semakin baik," pungkasnya. (red/hep)

© Copyright 2022 - REPORTER.WEB.ID | Jaringan Berita Reporter Hari Ini