2.000 Warga Kota Kediri Terima BLT Rp4,5 Miliar, Lansia hingga Disabilitas Jadi Sasaran

Ilustrasi proses penerimaan BLT di Kota Kediri.


KEDIRI- Sebanyak 2.000 warga Kota Kediri mulai menerima bantuan langsung tunai (BLT) dari Pemerintah Kota Kediri. Bantuan tersebut diberikan kepada kelompok lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, hingga anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) yang sebelumnya belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.

Dana bantuan akan langsung disalurkan ke rekening penerima melalui virtual account masing-masing. Program tersebut menjadi bentuk dukungan Pemkot Kediri kepada masyarakat yang membutuhkan.

Berdasarkan data Jawa Pos Radar Kediri, terdapat lima kelompok masyarakat yang menjadi sasaran penerima bantuan dengan total anggaran mencapai Rp4,5 miliar. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri Imam Muttakin menyebut, selain lansia, penyandang disabilitas, dan ABH, bantuan juga diberikan kepada anak yatim piatu serta warga miskin.

Besaran bantuan yang diterima setiap kelompok berbeda-beda. Warga miskin dan lansia masing-masing memperoleh Rp1 juta, anak yatim mendapatkan Rp600 ribu, ABH menerima Rp3,5 juta, sedangkan penyandang disabilitas berat mendapat bantuan sebesar Rp6 juta.

"Nominalnya memang berbeda sesuai dengan kelompok penerima," ujar Imam terkait penyaluran bantuan yang dilakukan di Kecamatan Pesantren.

Ia menjelaskan, saat ini masih terdapat sekitar 2.000 warga miskin yang masih dalam tahap proses verifikasi untuk memastikan kelayakan sebagai penerima bantuan.

Sebanyak kurang lebih 4.000 penerima bantuan yang bersumber dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) telah dinyatakan lolos verifikasi. Mereka dinilai memenuhi sejumlah kriteria, di antaranya masuk kategori warga miskin dalam desil 1 hingga 3 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta belum pernah menerima bantuan dari pemerintah pusat.

Untuk kelompok lansia, syarat penerima adalah masuk dalam desil 1 hingga 5 DTSEN dan berusia minimal 65 tahun. Sementara penerima kategori ABH memiliki ketentuan tersendiri dan tidak menggunakan kriteria desil.

Imam menambahkan, program bantuan untuk lima kelompok masyarakat tersebut bukan kali pertama dilakukan. Pada tahun sebelumnya, Pemkot Kediri juga telah menyalurkan bantuan dengan nilai yang hampir sama.

Sebelum bantuan diberikan, proses verifikasi dilakukan secara ketat dengan melibatkan pihak kelurahan untuk memastikan data penerima benar-benar sesuai.

Terkait mekanisme pencairan, Imam memastikan bantuan akan disalurkan secara langsung melalui rekening penerima menggunakan virtual account Bank Jatim.

"Penyalurannya dilakukan melalui virtual account dari Bank Jatim," pungkasnya. (red/hep)

© Copyright 2022 - REPORTER.WEB.ID | Jaringan Berita Reporter Hari Ini