Pantauan di rumah orang tua Dwi di Jalan Dhoho menunjukkan sekitar 10 petugas melakukan olah TKP sejak pukul 14.30 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun detikJatim, rumah tersebut diduga menjadi lokasi penyimpanan jenazah Dini dan anaknya.
Petugas juga memeriksa sebuah mobil Suzuki Karimun berwarna perak dengan nomor polisi AE 1198 RR yang diduga milik Dwi. Mobil itu terparkir di halaman rumah yang dibatasi pagar berwarna hijau dan berbatasan langsung dengan jalan kampung. Di dekat kendaraan tersebut terlihat meja dengan tulisan jual nasi pecel.
Sejumlah petugas terlihat membuka pintu belakang mobil untuk melakukan pemeriksaan. Kendaraan itu menjadi salah satu barang bukti yang diamankan polisi dalam penyelidikan kasus dugaan pembunuhan Dini dan anaknya, yang awalnya terungkap melalui laporan orang hilang.
Seorang tetangga di sekitar rumah orang tua Dwi, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengatakan Dwi terlihat menempati rumah yang biasanya kosong itu selama sebulan terakhir. Kedua orang tua Dwi diketahui telah meninggal dunia sehingga rumah tersebut sehari-hari tidak berpenghuni.
“Sebulan terakhir ini kelihatan di rumah. Nggak pernah ketemu sebelumnya (dengan Dwi), ketemunya pas beli rokok”, ujar tetangga tersebut saat ditemui detikJatim di lokasi, Senin (26/10/2026).
Saat petugas melakukan olah TKP di rumah yang telah dipasangi garis polisi itu, belasan warga terlihat berkumpul untuk menyaksikan proses pemeriksaan. Kerumunan tersebut turut menarik perhatian para pengendara yang melintas di sekitar lokasi.
Bahkan, beberapa pengendara sepeda motor sempat menghentikan kendaraannya untuk merekam aktivitas petugas menggunakan kamera ponsel.
Sebelum memeriksa rumah orang tua Dwi di Jalan Dhoho, polisi disebut telah lebih dahulu melakukan olah TKP di rumah Dwi di Jalan Kunir. Kedua lokasi itu berjarak sekitar 2 kilometer.
Rumah di Jalan Kunir tersebut diduga menjadi lokasi Dwi menghilangkan jejak dengan cara membakar dan menggiling jenazah Dini beserta anaknya. Dugaan tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan kepolisian.(red.ASM)
